- mamubakid@gmail.com
Jl. Raya Banyuputih Kidul
Cerita Pendek

Sepatu Bekas untuk Ayah

Dewi Lestari - XI IPS 2 | 17 January 2026 | 313 views

Fatimah memandangi sepatu bekas di etalase toko. Sepatu itu memang bekas, tapi masih sangat layak pakai. Harganya Rp 75.000. Ia menghitung uang tabungannya: Rp 73.500.

Kekurangan Rp 1.500.

Ia teringat sepatu ayahnya yang sudah bolong. Setiap hujan, kaki ayahnya basah. Tapi ayahnya tak pernah mengeluh, bahkan menolak saat Fatimah menawarkan untuk membeli sepatu baru.

""Uangnya untuk sekolahmu saja, Nak. Ayah masih bisa pakai,"" kata ayahnya selalu.

Fatimah pulang dengan hati berat. Ia mencari cara untuk mendapat Rp 1.500. Besok adalah ulang tahun ayahnya, dan ia ingin menghadiahkan sepatu itu.

Keesokan harinya, saat jam istirahat, ia menjual sebagian makanan bekalnya kepada teman-temannya. Terkumpullah Rp 2.000. Dengan perasaan bahagia, ia berlari ke toko.

Tapi naas, sepatu itu sudah terjual.

Fatimah menangis dalam perjalanan pulang. Sesampai rumah, ia terkejut melihat ayahnya tersenyum lebar, mengenakan sepatu yang sempat ia incar tadi.

""Ayah... dari mana?""

Ibunya menjelaskan. Pagi tadi, guru Fatimah datang ke rumah, menyerahkan sepatu itu. Rupanya temannya melapor pada guru bahwa Fatimah menabung untuk ayahnya. Guru-gurunya terharukan dan patungan membeli sepatu itu untuk ayahnya.

Fatimah memeluk ayahnya sambil menangis haru. Kebaikan memang selalu mendapat balasan kebaikan.

***

Moral: Kebaikan dan bakti kepada orang tua akan selalu mendapat berkah dari Allah SWT.